Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Teras Parungpanjang

Bersatu Membangun Kabupaten Bogor

DPR-RI

DPRD Provinsi

DPRD Kab. Dapil 5

DPRD Kab. Dapil 5

8 Tips Sehat

4 Tips Sehat

2Tips Sehat

5 Tips Sehat



Sebagian Daftar Hasil Kerja Keras Jokowi, tunggu lanjutannya di 2019

Jokowi Santai tapi Kerja Nyata
Judul Asli :*BUKTI APA LAGI YANG HARUS KAMI TUNJUKAN ?*
  1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.
  2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal  Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.
  3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.
  4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.
  5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.
  6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.
  7.  Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.
  8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.
  9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.
  10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.
  11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.
  12. Listrik sudah menyala di desa terpencil
  13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.
  14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.
  15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.
  16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)
  17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.
  18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.
  19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.
  20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.
  21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.
  22. Hari SANTRI nasional di berlakukan
  23. Proyek proyek mangkrak dibereskan
  24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan
  25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan
  26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan
  27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan
  28. TEAM CYBER pungli di berdayakan
  29. OTT gencar dimana mana
  30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali
  31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi
  32. Pabrik gula terbesar di lampung
  33. 15 bandara baru disiapkan
  34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan
  35. PLBN mega di setiap perbatasan
  36. Dunia mengakui kemajuan REPUBLIK INDONESIA
  37. Atlit Berprestasi Diperhatikan dengan Memberikan Bonus sebelum "Keringat Kering".
  38. Bagi Pasien Cuci Darah, Operasi Jantung yang masuk Program BPJS gratis.
  39. Anggaran Dana Desa.  program dana desa telah berhasil membangun jalan desa di seluruh pelosok Indonesia sampai 121.709 kilometer. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia.
Dan Masih banyak lagi prestasi presiden Jokowi.

Sumber: Warta WA Terkini<br />
Foto: Istimewa

SAPTO SATRIO MULYO - 8 - MAKNA BUDI PEKERTI

  1. Budi Pekerti adalah sebuah sistem didalam pikiran orang waras, yang dapat memberikan keseimbangan, dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, karena budi pekerti berperan sebagai identitas dan budaya bangsa.
  2. Budi pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, dan watak. 
  3. Budi pekerti secara epistimologi, Budi berarti kesadaran, pengertian, pikiran, dan kecerdasan, sementara Pekerti bermakna penampilan, perilaku, yang dapat diartikan sebagai sebuah kesadaran seseorang dalam bertindak dan berperilaku.
  4. Budi pekerti merupakan sebuah sikap positif, juga didalamnya termasuk tindakan sopan santun, yang yang diperoleh dari kebiasaaan yang dilakukan sejak kecil.
  5. Budi pekerti adalah sebuah sikap yang akan terbentuk dalam benak setiap orang waras dengan sendirinya, melalui empatinya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat diartikan sebagai moral, etika, akhlak mulia, tata krama, dan sopan santun.
  6. Budi Pekerti merupakan ukuran moral yang baik atau buruk, hal ini tergantung pada nurani yang dimiliki oleh seseorang. Apakah dia waras atau tidak,,, 
  7. Budi Pekerti sepertinya sangat mirip dengan moral, tetapi berbeda dengan etika, karena pengertian etika adalah sebuah kebiasaan yang diterima oleh kelompok, organisasi, atau masyarakat tertentu. 
  8. Budi pekerti adalah sebuah nilai luhur yang diturunkan secara turun temurun, dari Leluhur Nenek Moyang Bangsa Indonesia.


Seseorang yang memiliki budi pekerti, akan memiliki moral yang baik, dan akan membentuk etika orang tersebut menjadi baik. Foto - Istimewa

Wisata di Gunung Cabe, Parung Panjang, Kabupaten Bogor

Gunung Cabe adalah sebuah bukit yang lumayan indah yang masih jarang diketahui orang yang Terletak di Daerah Parung Panjang.

Namun demikian, sebetulnya lokasi Gunung Cabe ini sangat dekat dengan Tangerang, bahkan saat Anda berada di puncaknya, Anda dapat melihat kawasan Lippo Karawaci, Gading Serpong dan juga BSD city.

Menuju Lokasi
Jika Anda dari Legok menuju ke Parung Panjang, diperkirakan Anda akan menghabiskan waktu + 30 menit.

Saat sampai di pertigaan sebelum kawasan pasar dan stasiun, Anda dapat mengambil jalur ke kiri, lalu ikuti terus jalan utama, hingga menjumpai sawah disebelah kiri dengan latar Gunung Cabe, barulah Anda berbelok ke kiri sebelum sawah, atau  setelah melewati sebuah situ (danau), dan  Anda menemukan  jalur naik di sebelah kiri,  jalur naik ini dapat dilewati motor ataupun mobil. tetapi jalannya masih berbatu-batu.

Memang jalannya tidak terlalu tinggi, tetapi lumayan jika ditempuh dengan berjalan kaki. Foto - Istimewa

Sejarah Kabupaten Bogor


Ternyata, Kabupaten Bogor adalah salah satu wilayah dari pusat kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini terkuak dari catatan Dinasti Sung di Cina (mendiskripsikan bahwa pada tahun 430, 433, 434, 437, dan 452 Kerajaan Holotan mengirimkan utusannya ke Cina), ditambah dengan prasasti yang ditemukan di Tempuran sungai Ciaruteun dengan sungai Cisadane, yang menjelaskan pada pertengahan abad ke 5 M di wilayah ini sudah ada sistem pemerintahan.

Prof. Dr Slamet Muljana dalam bukunya Dari Holotan ke Jayakartamenjelaskan bahwa Holotan adalah transliterasi Cina dari kata Aruteun

Sementara Kerajaan Aruteun adalah salah satu kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa, dimana Prasasti Ciaruteun adalah bukti sejarah perpindahan kekuasaan dari kerajaan Aruteun ke Kerajaan Tarumanagara di bawah Raja Purnawarman, pada akhir abad ke-5.

Prasasti-prasasti lainnya peninggalan Purnawarman yang dapat ditemukan, antara lain; prasasti Kebon Kopi di Kecamatan Cibungbulang, Prasasti Jambu di Bukit Koleangkak (Pasir Gintung, Kecamatan Leuwiliang), dan prasasti Lebak (di tengah sungai Cidanghiyang, Provinsi Banten), juga sebagai bukti sejarah yang tidak dapat disangkal lagi.

Kerajaan Tarumanegara terletak di daerah Salakanegara. Lebih tepatnya berada di daerah Banten dan Bogor, dengan Ibukotanya Sundapura. Pada abad ke 6 dan ke 7 Kerajaan Tarumanagara adalah penguasa tunggal di wilayah Jawa Barat.

Setelah Tarumanagara tidak berkuasa, kerajaan yang pernah ada  di Tanah Pasundan (Jawa Barat) adalah Sunda, Pajajaran, Galuh, dan Kawali. Semuanya tak terlepas dari keberadaan wilayah Bogor dan sekitarnya.

Ada berbagai pendapat, pertama, kata Bogor berasal dari kata “Buitenzorg” nama resmi dari Penjajah Belanda. Pendapat kedua menyatakan bahwa kata Bogor berasal dari kata “Bahai” yang berarti Sapi - kebetulan ada patung sapi di Kebun Raya Bogor, juga menurut informasi bahwa Kampung Bogor dulunya terletak di dalam lokasi Kebun Raya Bogor yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Pendapat lain menyebutkan Bogor berasal dari kata Bokor yang memiliki makna Tunggul Pohon Enau (Kawung). Sementara dalam sebuah dokumen tanggal 7 April 1952, tertulis “Hoofd Van de Negorij Bogor” yang 
terjemahan bebasnya memiliki arti Kepala Kampung Bogor

Cikal bakal masyarakat Kabupaten Bogor, dimulai dari penggabungan sembilan Kelompok Pemukiman oleh Gubernur Jendral Baron Van Inhof pada tahun 1745, sehingga menjadi satu kesatuan masyarakat yang kemudian berkembang menjadi besar hingga sekarang, atau yang pada akhirnya menjadi inti masyarakat Kabupaten Bogor.

Sejarah berdirinya Kabupaten Bogor, ditetapkan tanggal 3 Juni, hal ini diilhami dari tanggal pelantikan Raja Pajajaran “Sri Baduga Maharaja” yang dirayakan pada tanggal 3 Juni 1482 selama sembilan hari yang disebut dengan upacara “Kedabhakti”.

Pada awalnya Pusat Pemerintahan Bogor berada di wilayah Kota Bogor, tepatnya di Panaragan, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, Ibu Kota Kabupaten Bogor dipindahkan, dan lalu ditetapkan di Cibinong. Sejak tahun 1990 pusat kegiatan pemerintahan menempati Kantor Pemerintahan di Cibinong.

Sumber: dari berbagai sumber - Foto : Istimewa

Sapto Satrio Mulyo - Semoga Bermanfaat

Komunitas Tanah Impian - Perpustakaan Tanah Impian

Lomba Foto & Karikatur Jurnalistik Pilkada Damai

Parungpanjang, (WartaParungpanjang) - Demi mengawal Pilkada yang Damai, pihak Polri melakukan pendekatan dari segala arah. Salah satunya dengan mengadakan Lomba Foto dan Karikatur bagi para Jurnalis, dari segala macam media.

Ini merupakan langkah kreatif yang dilakukan dalam pendekatan terwujudnya Pilkada Damai 2018, yang akan diadakan secara serentak.

Semoga, kreasi ini diikuti pula oleh lembaga terkait, sehingga kita benar-benar akan merasakan jalannya Pesta Demokrasi yang Sehat. (DE)

Kode Pos Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia


  • Kode POS 16360 Cibunar Parung Panjang Kabupaten Bogor
  • Kode POS 16360 Cikuda Parung Panjang Kabupaten Bogor 
  • Kode POS 16360 Dago Parung Panjang Kabupaten Bogor 
  • Kode POS 16360 Gintung Cilejet Parung Panjang Kabupaten Bogor
  • Kode POS 16360 Gorowong Parung Panjang Kabupaten Bogor
  • Kode POS 16360 Jagabaya Parung Panjang Kabupaten Bogor 
  • Kode POS 16360 Jagabita Parung Panjang Kabupaten Bogor
  • Kode POS 16360 Kabasiran Parung Panjang Kabupaten Bogor
  • Kode POS 16360 Lumpang Parung Panjang Kabupaten Bogor 
  • Kode POS 16360 Parungpanjang Parung Panjang Kabupaten Bogor
  • Kode POS 16360 Pingku Parung Panjang Kabupaten Bogor
Foto : Istimewa

Politisi Politikus vs Politisi Negarawan

Parung Panjang, (WartaParungpanjang) - Mungkin Sobat akan bertanya? Apakah ada perbedaan, antara Politisi Politikus dengan Politisi Negarawan? Keduanya khan sama-sama Politisi.

Sepintas memang tidak ada bedanya, sama-sama ingin merebut kekuasaan...

Berjuang membangun Bangsa Indonesia, tidak harus melalui karir menjadi “Politisi Politikus”, yang jalannya, hanya melalui lembaga-lembaga politik yang sudah dikuasi oleh politisi-politisi yang mapan dan tetap berjuang demi kekuasaannya semata.

Seorang pencari kekuasaan (Politisi), seyogyanya mempunyai cita-cita, bahwa kekuasaan yang dicapainya kelak, menjadi alat untuk membangun Bangsa-nya sendiri, bukan bangsanya orang lain – seperti sekarang ini – Freeport contohnya.

Sementara Politisi Politikus yang ada saat ini, mereka hanya ingin mempertahankan eksistensinya dalam kelihaiannya mamanajemeni kondisi yang chaos. Ibarat orang sedang bermain selancar, jika gagal sampai di tepi, ia pun kembali terombang-ambing dalam kekacauan itu sendiri.

Kita tahu sekarang ini, Politisi Politikus hanya untuk gaya-gayaan, tidak mengena pada eksistensi peran yang seyogyanya diterapkan untuk Bangsa ini.

Oleh karenanya saya membedakan secara dikotomi, antara “Politisi Politikus” (Tikus yang jadi Politisi) dengan “Politisi Negarawan”

Kondisi sekarang ini memang ibarat tembok besar yang ada didepan kita, hal ini mengingat Negara-negara Barat dan Negara-negara Timur Tengah yang sudah lebih solid, bekerja sama dengan penghianat-penghianat Bangsa ini, untuk mengombang-ambingkan ombak yang sedang dipakai selancar oleh Politisi Politikus WNI itu sendiri.

Politisi Politikus yang bermain selancar pun, dengan serta merta riang gembira, ketika jatuh dari “papan selancar-nya”, karena mereka tahu bahwa yang membuat ombak tersebut adalah teman-temannya sendiri. Begitulah seorang Politisi Politikus melihat dua kekuatan tersebut di atas, sebagai kawan.

Mengapa sebagai kawan, karena seorang penghianat melihat bangsanya sendiri adalah musuh utamanya.

Kiranya sudah cukup diskripsi tentang Politisi Politikus tersebut. Sekarang apa konkritnya???

Tembok besar tidak dapat dilawan dengan kekuatan senjata jadul. Kini saatnya kita menggunakan kekuatan akar rumput. Kita punya budaya “Kearifan Lokal”, semua nilai-nilai lokal, tidak terlepas dari pola hidup, pola makan dan makanan yang dimakan, hingga hiburan yang akan kita nikmati.

Kekayaan kita yang berupa fisik, sudah lama dirampok. Sementara, kekayaan kita yang berupa non-fisik, seperti kebudayaan, sudah lama pula dilunturkan oleh kedua kekuatan tersebut di atas.

Jadilah Politisi Negarawan, berjuang tidak harus dari partai, atau jalur politik lainnya. Berikan pembelajaran bagi sekeliling kita, bahwa kita harus mempertahankan segala kekayaan Bangsa ini.

Bagaimana caranya?

Kita bisa belajar sendiri mengenai "Kearifan Lokal" Bangsa kita, bukan nilai-nilai Barat atau Timur Tengah yang dibungkus, seolah-seolah menjadi kebiasaan kita di masa sekarang ini.

Sapto Satrio Mulyo | Foto : Istimewa
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Parungpanjang yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram)

Artikel Baru

Artikel Lama